12/15/2013

Polisi Dapatkan Keterangan Wanita Misterius Dalam Pembunuhan Jeni

(Pembunuhan Pengusaha Eceran Makanan Ringan)

Kasus pembunuhan Jeni Chandra (30), pengusaha pengecer jajanan yang ditemukan tewas bersimbah darah di lantai dua rumahnya yang terletak di Blok I, No1, Perumahan Padang Hijau, Sunggal, Deliserdang yang sempat membuat Polsekta Medan Sunggal kewalahan melakukan penyelidikan akhirnya melakukan proses pemeriksaan terhadap seorang wanita misterius yang sebelumnya disebutkan oleh sejumlah warga sempat berperan dalam penjemputan tersangka Bambang dari rumahnya menuju rumah korban hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan penelusuran informan di kepolisian menyebutkan bahwa wanita tersebut belakangan diketahui memiliki nama panggilan Kiki. Namun sampai sejauh ini Polisi belum mengetahui pasti bagaimana dugaan keterlibatan Kiki dalam kasus pembunuhan tersebut.



Kapolsekta Medan Sunggal, AKP Eko Hartanto ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (15/12) menyebut bahwa wanita bernama panggilan Kiki tersebut telah dimintai keterangannya berkaitan peristiwa pembunuhan yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun Eko menambahkan bahwa sejauh ini Kiki masih dimintai keterangannya sebagai saksi dan masih dalam proses penyidikan.

"Perkembangannya belum ada, namun kita sudah memintai keterangan seorang wanita yang sebelumnya disebut-sebut misterius dalam kasus pembunuhan itu, wanita itu namanya Kiki. Dia sudah kita mintai keterangannya masih sebagai saksi," kata Eko, Minggu (15/12).

Namun Eko mengaku belum mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidiknya terhadap keterlibatan Kiki dalam aksi pembunuhan tersebut karena mengaku belum membaca Berita Aca Pemeriksaan (BAP) dari keterangan Kiki. Selain itu dirinya juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah melengkapi berkas pembunuhan pengusaha pengecer makanan ringan tersebut meskipun belum bisa memastikan kapan akan dirampungkan untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

"Kebetulan saya belum mengetahui hasil pemeriksaan Kiki Karena saya belum baca BAP nya, besok pasti saya bacakan. Mengenai berkas kasusu belum kita limpahkan karena kita masih menyusun kelengkapan berkasnya," ujar Eko.

Mengenai adanya keterangan sejumlah warga bahwa korban kerap dianiaya suaminya, Hengki,  Eko hanya menyampaikan bahwa pihaknya telah beberapa kali memintai keterangannya sebagai saksi. Namun saat ditanya mengenai rencana pemeriksaan lanjutan terhadap Hengki dengan adanya dugaan cek-cok rumahtangga seperti yang disebutkan warga dan sejumlah pihak lain seperti supir Distributor makanan ringan yang bekerja sama dengan korban, Eko enggan menjawab.

"Sudah lama lah kita periksa, sudah ada beberapa kali," ujar Eko setelah sempat mengaku belum berencana melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap suami korban meski mendengar adanya keterangan warga mengenai indikasi keterlibatan sang suami dalam kasus pembunuhan tersebut.

Sebelumnya, Bambang yang diketahui merupakan seorang kernet bongkar muat yang bekerja untuk korban dan ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus tersebut oleh pihak kepolisian sempat menyangkal dituding telah melakukan pembunuhan terhadap majikannya. Bambang bahkan sempat mengaku dipaksa keluarga korban dan pihak kepolisian untuk mengakui tuduhan pembunuhan tersebut

"Saya difitnah bg. Saya disuruh ngaku," ungkap Bambang beberapa waktu lalu usai ditetapkan sebagai tersangka.

Meskipun pihak kepolisian mengaku memiliki dasar atas penetapan status tersangka terhadap Bambang, namun hingga saat ini masih terdapat banyak kejanggalan yang belum terungkap dalam penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian menyangkut upaya pengungkapan kasus pembunuhan tersebut.(ABM)

No comments: