12/17/2013

Nibung Raya Maskot Lokasi Bisnis Siang dan Malam Di Kota Medan

Bagi masyarakat Kota Medan, Jalan Nibung Raya Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Baru mungkin sudah tak asing lagi terdengar di telinga. Tidak hanya pagi dan siang hari aktifitas bisnis yang tak pernah berhenti di ruas jalan sepanjang kurang ± 300 Meter tersebut bahkan terus menggeliat dari malam hingga dinihari.

Pantauan di lokasi ruas Jalan Nibung Raya Medan hingga Senin (16/12) siang, mobilitas pelaku bisnis yang datang dari segala penjuru baik dalam maupun luar kota tampak menyatu di antara barisan mobil-mobil bekas yang ditawarkan puluhan showroom disana, memang sejak dahulu pemandangan tersebut menjadi salah satu ciri khusus yang tergambar di benak warga Medan ketika mendengar Jalan Nibung Raya karena merupakan pusat jual beli mobil bekas hingga saat ini.


Meskipun para pelaku bisnis jual beli mobil bekas yang ada di lokasi mengaku tidak selalu beruntung dengan harga pasaran dan kondisi mobilnya, namun nyatanya Jalan Nibung Raya sampai saat ini tetap menjadi saksi bisu berlangsungnya transaksi antara penjual dan pembeli dengan putaran uang yang jumlah nominalnya cukup fantastis hingga ratusan juta rupiah.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Deny (42), salah seorang staf bagian pemasaran Swohroom mobil bekas Jaya Putra Mobil di Jalan Nibung Raya yang mengaku bahwa pasaran harga mobil selalu berubah mengikuti perkembangan jaman. Hal tersebut disebutkannya merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan untung rugi yang dialami pemilik showroom.

"Namanya usaha pasti ada untung ada rugi lah, apalagi pasaran harga mobil itu selalu berubah mengikuti perkembangan jaman. Di luar dari itu lokasi juga menentukan kita bisa dapat konsumen misalnya seperti Nibung ini sudah menjadi lokasi pusat pasar mobil bekas dari dahulu, makanya kalau ada orang cari mobil pasti sempatkan kemari," ujarnya.

Dari sisi lain aktifitas bisnis jual beli mobil bekas yang menjadi ciri khas Jalan Nibung Raya Medan, masih banyak geliat bisnis yang berlangsung secara dinamis ketika ratusan mobil yang dijajakan dari puluhan showroom  mulai memasuki gudang penyimpanan hingga seketika tampak sepi dari para pebisnis dan kepadatan mobil menjelang malam hari.

Sepanjang ruas jalan mulai dari persimpangan Jalan Nibung Raya - Gatot Subroto hingga ke persimpangan menuju Jalan Gajah Mada Medan yang tadinya dipenuhi ratusan mobil sekejab berubah menjadi barisan gerobak pedagang warung kopi di beberapa pelataran shorowroom yang siap menanti para penjelajah malam disana. Tempat hiburan malam yang ada tentunya menjadi eksotisme tersendiri dari aktifitas bisnis pada malam hari.

Sesekali wanita berpakaian sexy yang turun dari mobil mewah menegaskan hingar-bingar kehidupan malam dan praktek prostitusi yang sudah lama melekat dengan Jalan Nibung Raya Medan di saat malam hari. Dari sebuah bangunan ruko berlantai tiga yang ada di sekitar sana juga tampak ramai dikunjungi pria-pria pencari kenikmatan yang semakin padat menjelang dinihari.

Begitulah kenyataannya, meski pihak berwenang kerap melakukan razia penertiban penyakit masyarakat di moment-momen tertentu namun Jalan Nibung raya tetap menjadi salah satu maskot prostitusi yang ada di kota medan, bahkan tak jarang muncul banyak kelakar masyarakat menegaskan bahwa Jalan Nibung Raya adalah lokalisasi tempat mangkalnya PSK (pekerja seks komersial).

"Memang sejak dulu ini udah kayak gini, malah dari sini juga lah kami cari makan. Dari saya muda sampai sekarang Nibung raya ini memang udah kayak Sarkem kalau di Djogja, tempat prostitusi, ya kalau siang memang tempat penjuakan mobil," ujar Tengku (60) salah seorang pedagan warung kopi di sekitaran Jalan Nibung Raya Medan. (ABM)

No comments: