Bagi masyarakat Kota Medan, Jalan Nibung Raya Kelurahan Petisah Tengah,
Kecamatan Medan Baru mungkin sudah tak asing lagi terdengar di telinga.
Tidak hanya pagi dan siang hari aktifitas bisnis yang tak pernah
berhenti di ruas jalan sepanjang kurang ± 300 Meter tersebut bahkan
terus menggeliat dari malam hingga dinihari.
Pantauan di lokasi ruas Jalan Nibung Raya Medan hingga Senin
(16/12) siang, mobilitas pelaku bisnis yang datang dari segala penjuru
baik dalam maupun luar kota tampak menyatu di antara barisan mobil-mobil
bekas yang ditawarkan puluhan showroom disana, memang sejak dahulu
pemandangan tersebut menjadi salah satu ciri khusus yang tergambar di
benak warga Medan ketika mendengar Jalan Nibung Raya karena merupakan
pusat jual beli mobil bekas hingga saat ini.
Meskipun para pelaku bisnis jual beli mobil bekas yang ada di lokasi
mengaku tidak selalu beruntung dengan harga pasaran dan kondisi
mobilnya, namun nyatanya Jalan Nibung Raya sampai saat ini tetap menjadi
saksi bisu berlangsungnya transaksi antara penjual dan pembeli dengan
putaran uang yang jumlah nominalnya cukup fantastis hingga ratusan juta
rupiah.
Seperti halnya yang disampaikan oleh Deny (42), salah seorang staf
bagian pemasaran Swohroom mobil bekas Jaya Putra Mobil di Jalan Nibung
Raya yang mengaku bahwa pasaran harga mobil selalu berubah mengikuti
perkembangan jaman. Hal tersebut disebutkannya merupakan salah satu
faktor yang berkaitan dengan untung rugi yang dialami pemilik showroom.
"Namanya usaha pasti ada untung ada rugi lah, apalagi pasaran harga
mobil itu selalu berubah mengikuti perkembangan jaman. Di luar dari itu
lokasi juga menentukan kita bisa dapat konsumen misalnya seperti Nibung
ini sudah menjadi lokasi pusat pasar mobil bekas dari dahulu, makanya
kalau ada orang cari mobil pasti sempatkan kemari," ujarnya.
Dari sisi lain aktifitas bisnis jual beli mobil bekas yang menjadi ciri
khas Jalan Nibung Raya Medan, masih banyak geliat bisnis yang
berlangsung secara dinamis ketika ratusan mobil yang dijajakan dari
puluhan showroom mulai memasuki gudang penyimpanan hingga seketika
tampak sepi dari para pebisnis dan kepadatan mobil menjelang malam hari.
Sepanjang ruas jalan mulai dari persimpangan Jalan Nibung Raya - Gatot
Subroto hingga ke persimpangan menuju Jalan Gajah Mada Medan yang
tadinya dipenuhi ratusan mobil sekejab berubah menjadi barisan gerobak
pedagang warung kopi di beberapa pelataran shorowroom yang siap menanti
para penjelajah malam disana. Tempat hiburan malam yang ada tentunya
menjadi eksotisme tersendiri dari aktifitas bisnis pada malam hari.
Sesekali wanita berpakaian sexy yang turun dari mobil mewah menegaskan
hingar-bingar kehidupan malam dan praktek prostitusi yang sudah lama
melekat dengan Jalan Nibung Raya Medan di saat malam hari. Dari sebuah
bangunan ruko berlantai tiga yang ada di sekitar sana juga tampak ramai
dikunjungi pria-pria pencari kenikmatan yang semakin padat menjelang
dinihari.
Begitulah kenyataannya, meski pihak berwenang kerap melakukan razia
penertiban penyakit masyarakat di moment-momen tertentu namun Jalan
Nibung raya tetap menjadi salah satu maskot prostitusi yang ada di kota
medan, bahkan tak jarang muncul banyak kelakar masyarakat menegaskan
bahwa Jalan Nibung Raya adalah lokalisasi tempat mangkalnya PSK (pekerja
seks komersial).
"Memang sejak dulu ini udah kayak gini, malah dari sini juga lah kami
cari makan. Dari saya muda sampai sekarang Nibung raya ini memang udah
kayak Sarkem kalau di Djogja, tempat prostitusi, ya kalau siang memang
tempat penjuakan mobil," ujar Tengku (60) salah seorang pedagan warung
kopi di sekitaran Jalan Nibung Raya Medan. (ABM)
No comments:
Post a Comment