Laksana embun menerpa pasir yang putih,
Merubah suhu menjadi luar biasa
Seketika itu pula jiwanya membara
Membakar segala dusta di sekitarnya
Kala iblis tetap tertawa,
Meski tak berhasil menggoda
Memaksa pasir putih terjerembab dalam siksa,
Dan beliau terus menggoda.
Ketika itu pula dahsyatnya gelombang,
Menindih dan menerjang dengan amarah penuh dosa.
Namun, sang pasir putih yang dipenuhi kelembutan
Tetap terjaga oleh balutan embun.
Sebuah rasa mencoba berbalik arah,
Lubuk hati menentang penuh lara,
Keinginan beradu dengan amarah,
berjuang untuk tetap dalam jalurnya.
Jantung berdetak kencang dan semakin kencang,
Hingga puncak kehidupan berada dalam genggaman,
Menuggu dijatuhkan dalam keabadian,
Sebuah jalan antara hitam dan putih
by : Zaini Elhudaya
13/12/13
Merubah suhu menjadi luar biasa
Seketika itu pula jiwanya membara
Membakar segala dusta di sekitarnya
Kala iblis tetap tertawa,
Meski tak berhasil menggoda
Memaksa pasir putih terjerembab dalam siksa,
Dan beliau terus menggoda.
Ketika itu pula dahsyatnya gelombang,
Menindih dan menerjang dengan amarah penuh dosa.
Namun, sang pasir putih yang dipenuhi kelembutan
Tetap terjaga oleh balutan embun.
Sebuah rasa mencoba berbalik arah,
Lubuk hati menentang penuh lara,
Keinginan beradu dengan amarah,
berjuang untuk tetap dalam jalurnya.
Jantung berdetak kencang dan semakin kencang,
Hingga puncak kehidupan berada dalam genggaman,
Menuggu dijatuhkan dalam keabadian,
Sebuah jalan antara hitam dan putih
by : Zaini Elhudaya
13/12/13
No comments:
Post a Comment