Moment peringatan Hari Anti Narkotika Internasional biasanya menjadi moment penting bagi penggiat anti narkotika untuk melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengingatkan masyarakat bahwa narkoba sanggat berbahaya bagi hidup dan kehidupan.
Momentum peringatan HANI yang dirayakan setiap 26 Juni kemarin menjadi moment penting bagi para pecandu narkoba yang sedang menjalani proses rehabilitasi di SPN Polda Papua, Jayapura.
Untuk memperingati acara HANI, para pecandu menggelar kegiatan Donor Darah bersama Masyarakat dan aksi bagi-bagi pita sekaligus orasi anti narkotika di Depan Gedung Olahraga Jayapura.
Pada peringatan tersebut, para pecandu meminta dan mengajak masyarakat Papua, khususnya Kota Jayapura untuk bersama menolak dan membersihka Papua dari peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.
Dominggus (25), salah seorang mantan pecandu yang sedang menjalani proses rehabilitasi, dalam orasinya mengatakan, Papua harus terbebas dari Narkotika.
"Untuk memberantas Narkoba peran serta masyarakat dan pemerintah, khususnya BNN dan aparat kepolisian harus bersinergi dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di negeri ini." Ucapnya.
Hal senada juga disampaika oleh Salmon Sawaki yang merupakan ketua Panitia Kegiatan.
"Kami selaku putra Papua berharap agar peredaran Narkoba di Papua bisa dihentikan. Maraknya peredaran narkoba di Papua sangat berdampak buruk bagi masyarakat Papua, khususnya dibidang pendidikan." Ujarnya.
"Narkoba juga menghambat kreatifitas pemuda-pemuda Papua untuk berkreatifitas memajukan tanah Papua," Salmon menambahkan.
Maria Yambise (37), salah seorang masyarakat Papua juga mengatakan bahwa peredaran Narkoba sangat meresahkan.
"Peredaran narkoba di Papua ini meresahkan sekali, anak-anak kecil sudah tahu hisap ganja, pemuda-pemuda banyak yang mabuk-mabukan," jelas Maria.
"Kalau peredaran dan penyalahgunaan Narkoba mau dihentikan, semuanya harus kerja sama, termasuk aparat dan pemerintah," tambahnya.
Selain kegiatan aksi bagi-bagi pita dan orasi di depan Gedung Olahraga, Jayapura, Resident Rehabilitasi SPN Polda Papua juga menyelenggarakan kegiatan donor darah bersama di Klinik SPN Polda Papua, Jayapura.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari inj berhasil menyumbangkan 22 kantong darah kepada PMI untuk diserahkan bagi yang membutuhkan.
Ita Simanjuntak selaku kordinator PMI wilayah Jayapura mengaku senang dengan kegiatan ini dan mengatakan bahwa pecandu tidak selalu buruk.
"Pecandu itu tak selalu buruk, mereka juga bisa membuat kegiatan-kegiatan sosial seperti ini, dan sangat bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
IPTU Edi Priyanto selaku Program Manager mengatakan sangat bangga mengurus mantan pecandu yang ternyata memiliki kreatifitaa yang tinggi.
"Saya bangga dengan kreatifitas resident rehabilitasi di SPN Jayapura ini. Masyarakat diharapkan jangan selalu memberi stigma negatif pada para pecandu, karena sebenarnya mereka orang-orang pintar yang salah jalan," pungkasnya. [Admin]
No comments:
Post a Comment