Malam hendak pergi menjauh, ketika hati mati tak berbunga lagi.
Jasad-jasad itu telah dahulu pergi, tanpa berita lagi.
Ku hunuskan belati hati di dinginnya pagi, kelak kan mati.
Perang, perang, dan perang.
Jiwa kebenaran tak lagi tampak di antara pagi-pagi yang menjelang.
Begitu pula malam, tak mampu lagi sembunyikan kehinaan.
Dimana nurani, tempat menghunuskan belati hati.
Ya, sudah lah.
Jiwa-jiwa itu telah lama pergi.
[Zaini/17/4/15]
No comments:
Post a Comment