"Mak, awak pergi lah dulu yah Mak, ada interview kerjaan,
perusahaan TV itu mak, disuruhnya awak datang jam 10.30," Bob berbicara
pada Ibunya yang sedang memetik cabai yang baru saja dibeli di pajak
pagi.
"Kan baru jam brapa ini? Baru lagi pulang kita dari pajak," ucap Ibu kepada Bob yang duduk manis di depannya.
"Masih jam 8 sih Mak, bentar lagi lah, Bob beresin kamar
dulu lah mak, baru mandi, biar semangat nanti brangkat intervie," ucap
Bob bergegas pergi ke Kamarnya.
"Kau sisihkan kertas-kertas, buku yang gak perlu lagi di
kamar mu itu, sumpek mamak nengoknya. Nanti kalau lewat botot biar kita
bototkan sama botol-botol kecap itu," Ibu menjawab Bob.
"Iya, Mak," jawab bob singkat sambil memegang handphonenya.
Sambil memberesin kamarnya, Bob mengingat-ngingat lagi isi
SMS yang barudibacanya. "Surveyor, apa yah kerjaannya, mensurvey
pelanggan, mengisi aplikasi pelanggan sesuai kriteria perusahaan," ucap
bob dipikirannya.
"Kalau Surveyor kan pasti bisa dilewati," gumamnya lagi.
Semua pekerjaan selesai Bob begegas mandi dan bersiap pergi
mengikuti interview di salah satu perusahaan TV yang sedang membutuhkan
pegawai untuk di tempatkan di berbagai posisi di perusahaan. Surat
lamaran yang diantarkan Bob pekan lalu, berbuah hasil panggilan
interview.
Meski sadar peluang diterima hanya 10 persen. Bob dengan
serius mempersiapkan dirinya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
akan keluar dari mulut yang psikolog yang wajib untuk dijawab si Bob dan
menjadi salah satu acuan Bob bisa diterima di perusahaan itu.
"Mak, Bob berangkat yah, doakan yah mak," ucap Bob sambil
menyalam Ibu yang masih duduk dengan semua yang di beli dipasar tadi
untuk di olah di mrnjadi menu makan siang.
"Iyah, Mamak doakan, hati-hati yah Mang," ucap ibu sambil mengelus kepala anak kesayangannya itu.
"Kalau sudah siap langsung pulang, mamak masak enak, daun
ubi tumbuk, sambal belacan, ikan ikan asin kesukaan mu," ucap ibu
mengiringi kepergian anaknya mencari masa depannya.
"Iyah, Mamak ku sayang," Ucap Bob yang bersiap pergi.
Diperjalanan, Bob memikirkan bahwa dia harus membahagiakan
kedua Orang Tuanya, yang dia sayangi, dan menunjukkan kepada kedua
adiknya, bahwa Bob bisa melakukannya.
Penuh harapan, Bob tiba di depan perusahaan yang TV yang menyuruhnya datang. Setelah memarkirkan sepeda motornya, Bob dihampiri
seseorang berbadan tegap. Dengan seragam jas yang terlihat mewah,
security itu bertanya kepada Bob, "Mau interview yah," ucapnya.
"Iyah bang," Bob menjawap dengab polosnya.
"Sebentar lagi, tunggu aja disini dlu, ucap Security yang
akhirnya diketahui bernama Ucok Marbun itu setelah Bob melihat papan
nama yang menempel di Jas security itu.
Bob membakar rokoknya, sambil mrnjawab beberapa pertanyaan
dari Ucok marbun yang diketahui memiliki hobby menggoda wanita-wanita
cantik yang melintas di didepan meja kerjanya.
Rokok yang ditangan belum juga habis, Bob dikejutkan oleh
wanita yang cantik dengan rok pendek yang tak menyentuh lututnya, dengab
balutan kemeja dan rompi merah menyala. "Yang mau interview, silahkan
masuk dan naik kelantai tiga," ucap wanita yang ternyata reseptionist di
perusahaan itu.
Bersama para pencari kerja yang lain, yang sudah menunggu di pos satpam.
Sambil menaiki anak tangga satu demi satu, Bob juga menghitung para calon pekerja yang lain satu per satu pula.
"Banyak juga yah, lebih dari dua puluh orang, bersaing lah kami semua ini," Bob bergumam dalam hatinya.
"Bapak- bapak yang mau interview isi absen dan menunggu di
ruangan itu," ucap salah seorang wanita enggan disebutkan namanya sambil
menunjuk ruangan.
Bob, mengambil absen dan menandatanginya. Bob masuk keruangan yang tunjuk dan duduk diantara para calon pekerja lainnya.
"Itulah yang mengunterview aku nanti yah," ucap bob dalam
hatinya sambil menatap sepasang manusia yang duduk manis di depan meja
yang diletakkan di tengah tengah ruangan tersebut.
"Silahkan tunggu, duduk dulu," ucap salah seorang wanita yang duduk di meja sambil memeriksa sesuatu dengan laptop di depannya.
Lebih dari dua puluh menit Bob duduk diruangan itu,
tiba-tiba Bob mendengar namanya di panggil oleh seorang wanita yang
memegang absen yang di tanda tangani tadi.
"Anda Bapak Bob Sanusi?," ucap wanita itu itu.
"Iyah, saya Bob," ucap Bob yang sudah berdiri mendengar namanya di panggil.
"Maaf Pak Bob, anda melamar sebagai surveyor yah?" ucsp wanita berbaju merah itu.
"Iyah," jawab Bob singkat.
"Maaf Pak, untuk surveyor interviewnya tidak hari ini, jadi interview bapak kami cancel dulu yah pak, nanti hubungi lewat pesan singkat atau pun email," ucap wanita berbaju biru itu.
"Ok mbak," ucap Bob.
Bob
keluar dari tempat itu, dan menyadari bahwa lamaran yang dia kirimkan
ditolak. Bob duduk menunggu seseorang pekerja lain yang melamar
sebagai surveyor, untuk memastikan bahwa memang jadwal interviewnya
ditunda.
"Ditolak lah lamaran ku itu," gumam Bob yang bergegas pergi meninggalkan perusahaan itu.
"Apa yah laporan ke Mamak di rumah. Kalau di bilang di
tolak, pasti mamak nanyak apa, dimana, kapan, kenapa, bagaimana. Kalau
di bilang tunggu, mau nunggu sampai kapan? Samapai dapat lowongan kerja
lain lagi?" Dalam hati Bob berkecamuk membayangkan apa yang harus
dilakukannya lagi.
Dengan sepeda motornya, Bob melintasi Kota Medan yang sesak dan panas, berfikir apa yang harus dilakukan, mncari pekerjaan baru.
Merdunya suara ngaji dari sebuah mesjid yang menandakan
Dzuhur telah tiba, Bob memilih berhenti di sana untuk memohon petunjuk
dari penciptanya, Allah SWT.
Sekian.
Terima Kasih Telah Membaca
(Admin)

No comments:
Post a Comment