1/18/2014

Truk Pengangkut Galian C Masih Beroperasi, Ibu-ibu Kembali Protes

Puluhan ibu-ibu yang tinggal dikawasan Jalan Pertahanan Kecamatan Patumbak kembali melakukan aksi unjuk rasa terkait masih beroperasinya truk pengangkut material galian C illegal yang melintasi Jalan Pertahanan Kecamatan Patumbak, Jum'at (17/1).

Massa yang turun ke jalan dan didominasi ibu-ibu rumah tangga menuntut pihak Muspika agar konsisten dan tegas menangani masalah yang dinilai merugikan warga tersebut karena hingga saat ini truk pengangkut material galian C masih beroprasi meskipun sempat dihentikan petugas.

"Muspika Kecamatan Patumbak harus tegas dan konsisten untuk menindak aktivitas galian C di Patumbak. Kita lihat bersama posko yang sudah didiriikan beberapa waktu lalu sudah tidak terlihat lagi. Ini bukti bahwa Muspika tidak tegas," jelas salah seorang pengunjuk rasa, T Ginting pada wartawan, Jumat (17/1)

Sebelumnya pada beberapa waktu lalu permasalahan tersebut sudah memenuhi kesepakatan antara warga dengan pihak Muspika Patumbak untuk menghentikan operasional truk yang melintasi Jalan Pertahanan. Dalam kesepakatan itu juga di telah diputuskan untuk kembali mendirikan posko penertiban aktivitas galian C di wilayah itu.

Namun menurut T Ginting menganggap bahwa kesepakatan tersebut hanya bersifat temporer dan terkesan tak serius. Buktinya, belum lama hasil kesepakatan itu coba direalisasikan, aktivitas dan truk galian C juga masih saja terlihat melintasi Jalan Pertahanan.

"Tidak bisa terus dibiar-biarkan masalah ini. Kalau terus dibiarkan berlarut-larut kemungkinan terkena ISPA dan penyakit lain semakin besar,"sebutnya.

Sementara, Camat Patumbak, Zainal Abidin Hutagalung yang ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya terus berupaya merealisasikan kesepakatan yang telah disepakati. Pihak Muspika, kata Zainal juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) Deliserdang agar segara memperbaiki akses di wilayah itu.

"Belum lama ini kita telah melakukan koordinasi pada Dinas PU Deliserdang minta agar perbaikan jalan yang rusak karena truk galian C agar segera diperbaiki," katanya Menanggapi masalah ini.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Kusnadi mengatakan, Pemkab Deliserdang dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut harus mengambil tindakan dan merespon keluhan warga pada dampak aktivitas galian C. Pemangku kebijakan dan pengambil keputusan di wilayah itu harus memandang jeli permasalahan ini dari berbagai sisi.

"Satu sisi banyak juga warga yang menggangtungkan hidupnya dari aktivitas ini seperti misalnya menjadi supir truk atau operator eskavator. Namun keluhan warga pada dampak galian C seperti rusaknya akses dan kemungkinan penyakit yang diderita warga juga harus dijadikan bahan pertimbangan, apalagi menurut aktivitas tersebut illegal dan hanya menguntungkan segelintir pihak," tandasnya.

No comments: