Letusan Gunung Sinabung yang terjadi sejak Sabtu (4/1) kamerin masih terjadi secara intensif hingga Minggu (5/1) siang. Dari aktivitas yang terjadi sejak sabtu lalu tercatat telah terjadi sebanyak 77 kali letusan dengan tinggi 500-4.000 Meter yang disertai awan panas dengan jarak luncur 1.500-4.500 Meter ke arah selatan dan tenggara.
Dari informasi yang diperoleh AstalavistaInfo melalui BNPB, minggu (5/1) menyebutkan bahwa intensitas luncuran awan panas semakin meningkat dengan jarak yang semakin jauh pula. Gempa hybrid yang terjadi juga diyakini menjadi penanda proses pembentukan kubah lava yang juga semakin meningkat.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan bahwa PVMBG Badan Geologi terus melaporkan perkembangan aktivitas gunung Sinabung kepada BNPB, BPBD Sumut dan Pemda Karo dalam upaya antisipasi. Status tetap Awas (level IV) masih dengan Radius 5 km dan 7 km di sisi tenggara tepat di Desa Pintu Besi dan Desa Jeraya yang telah dikosongkan.
Dari data yang tercatat hingga saat ini jumlah pengungsi sudah mencapai 20.491 jiwa dari 6.387 kk yang ada di 32 titik. Diantara ribuan pengungsi yang ada juga terdapat kelompok dengan katagori rentan yaitu sebanyak 1.200 jiwa lansia, 179 ibu hamil, dan 606 bayi. Para pengungsi yang kini mendiami tenda-tenda pengungsian berasal dari 25 desa di sekitar Sinabung.
"Pihak PVMBG Badan Geologi secara intens terus melaporkan perkembangan aktivitas gunung Sinabung yang tercatat sudah 77 kali mengeluarkan letusan awan panas dengan ketinggian 500 hingga 4000 Meter. Jumlah pengungsi sudah mencapai 20.491 jiwa dari 6.387 kk yang ada di 32 titik dimana di antara para pengungsi terdapat kelompok rentan yaitu 1.200 jiwa lansia, 179 ibu hamil, dan 606 bayi," jelasnya.
Lokasi konsentrasi pengungsi terbanyak terdapat di kawasan Losd Tiga Binanga dengan jumlah 2.805 jiwa (873 KK). Kebutuhan logistik untuk para pengungsi diperkirakan mencukupi hingga tiga hari ke depan dengan Masa tanggap darurat yang telah diperpanjang hingga 18 Januari 2014.
Dengan kondisi aktivitas gunung Sinabung yang semakin meningkat masyarakat dihimbau agar terus waspada dan tidak terpancing isu-isu yang dikhawatirkan malah semakin menyesatkan. Ikuti semua arahan pemerintah. Aktivitas G. Sinabung dipantau secara intensif oleh BNPB yang hadir di Posko nasional di Karo untuk memberikan pendampingan dan memperkuat Pemda Karo dan BPBD Sumut.
Bupati Karo terus diharapkan hadir dalam rapat koordinasi penanganan pengungsi untuk memberikan penjelasan kepada seluruh warganya agar mampu memberikan rasa aman dan ketenang di tengah kondisi psikologis yang terguncang dengan adanya bencana gunung sinabung.
Sebelumnya pada Sabtu (4/1)sekitar pukul 00.06 WIB erupsi yang terjadi tercatat setinggi 500-2000 Meter dengan luncuran awan panas menuju ke arah tenggara-selatan dengan jarak luncur 1500-3500 m. Seismik 8 kali erupsi,48 kali guguran, 5 kali Vulkanik dalam, 165 kali hybrid,2 kali Low frekwensi secara terus menerus.(ABM)
No comments:
Post a Comment