Memasuki pekan kedua dibukanya pendaftaran peserta program Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dimulai sejak 1
Januari 2014 lalu mendapat respon cukup baik dari ratusan warga
masyarakat yang rela mengantri sejak pagi setiap harinya di kantor
cabang BPJS Regional I - NAD dan Sumatera Utara di Jalan Karya No. 135
Medan untuk mendapatkan formulir pendaftaran meskipun mengaku masih
kebingungan.
Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Utama Medan, Dr. Mariamah melalui staf bagian Umumnya, Unggul Pasaribu saat ditemui Astalavistainfo, Rabu (8/1) siang mengungkapkan bahwa setidaknya 300 KK dari segala penjuru daerah di Sumatera Utara memenuhi tempat pendaftaran setiap harinya sejak pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
"Dari mulai dibukanya pendaftaran sejak 1 Januari 2014 lalu antusias masyarakat terlihat semakin meningkat hingga memasuki pekan kedua ini. Meskipun di hari pertama dan kedua masih sekitar 40-60 KK yang mendaftar menjadi peserta namun peningkatannya cukup signifikan hingga saat ini dengan jumlah 300 KK setiap harinya rela mengantri untuk mendaftarkan diri dan keluarganya sejak pagi kantor dibuka," jelas Unggul.
Meski mengaku kebingungan dengan mekanisme pendaftaran untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan, namun program jaminan kesehatan yang diberlakukan secara nasional oleh pemerintah tersebut tampaknya menjadi harapan baru di tengah masyarakat dalam upaya mendapatkan jaminan kesehatan dengan cara bergotong royong jika melihat antusiasme yang ada di posko pendaftaran.
Kebingungan masyarakat dalam mekanisme pendaftaran dan jaminan yang diberikan berkaitan program tersebut diakui Unggul Pasaribu selaku staf bagian Umum BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Medan merupakan salah satu kendala yang secara berproses akan dengan cepat teratasi dengan pelayanan yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat meskipun pihaknya tetap menempatkan beberapa orang staf khusus untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme pendaftaran di posko yang ada.
"Memang benar dan kita memaklumi kebingungan masyarakat dengan mekanisme pendaftaran maupun pelayanan yang diberikan nantinya, namun saya yakin hal itu dengan cepat akan teratasi secara berproses setelah peserta yang telah mendaftarkan diri merasakan pelayanannya secara langsung. Akan teteapi kebingungan masyarakat tersebut juga teteap kita minimalisir dengan keberadaan staf khusus di pos pendaftaran untuk menjelaskan segala hal yang menjadi pertanyaan masyarakat," sebutnya.
Dijelasnkannya bahwa setiap masyarakat yang ingin mendaftarkan diri dan kelurganya sebagai peserta BPJS Kesehatan hanya dimintakan untuk membawa bebrapa berkas seperti diantaranya Kartu Tanda Pengenal (KTP,SIM dll), Kartu Keluarga, Surat Nikah, Fas Foto 3X4 satu lembar setiap jiwa (perorangan)untuk mendapatkan formulir pendaftaran yang juga bisa mencakup formulir pendaftaran untuk satu keluarga diantaranya Kepala Keluarga, Istri dan anggota keluarga lain baik anak maupun kerabat.
Setelah mengisi formulir yang sudah dilengkapi berkas data diri, peserta kemudian didata kembali untuk mendapatkan nomor induk kartu BPJS yang berlaku nasional menggunakan jaringan online internet untuk langsung membayarkan premi iuran setiap bulannya yang terbagi dalam tiga kelas diantaranya Kelas Rawat Inap 1 Rp 59.500, Kelas Rawat Inap 2 Rp 42.500, Kelas Rawat Inap 3 Rp 25.500 dengan proses akhir pencetakan kartu BPJS yang akan digunakan peserta.
Selain itu Unggul juga menjelaskan bagi masyarakat yang telah memegang Kartu Jamkesmas berwarna Biru, Jamsostek maupun Askes yang hingga saat ini masih berlaku hanya menjalani proses pendataan tanpa harus mengisi formulir pendaftaran untuk menjadi peserta BPJS. Sedangkan untuk pensiunan Polri atau TNI hanya disarankan membawa Foto copy SK Pensiun dan Foto copy Kartu Keluarga untuk didata.
"Untuk masyarakat yang ingin mendaftarkan diri hanya disarankan melengkapi berkas seperti kartu tanda pengenal bisa KTP atau SIM, Kartu Keluarga, Surat Nikah, Akte Kelahiran dan Fas Foto, itu data yang inti namun nantinya juga tidak keseluruhan menjadi kelengkapan untuk mendapatkan formulir karena status masyarakat kan berbeda-beda ada masih lajang, berkeluarga hingga ada juga yang dari perusahaan tempatnya bekerja," jelasnya.
Lebih lanjut lagi Unggul Pasaribu menambahkan bahwa sitem pendaftaran yang masih dilakukan dengan cara langsung mendatangi pos pendaftaran bagi calon peserta juga masih diupayakan untuk dipermudah semisal dengan cara pendaftaran secara online via internet meskipun belum ada wacana mengenai hal tersebut.
"Mekanisme pendaftaran memang masih dilakukan dengan cara datang langsung bagi peserta, namun kedepannya mudah-mudahkan akan ditemukan cara yang lebih praktis dan memudahkan masyarakat karena sejauh ini belum bisa kita lakukan dengan cara lain semisal via internet. Untuk sekarang ini kita masih fokus melayani proses pendaftaran di pos yang dibuka," tandasnya.
Pantauan Astalavistainfo di lokasi hingga Rabu (8/1) sore, kepadatan masyarakat yang datang untuk mengantri mendapatkan formulir terlihat dari banyaknya kendaraan khususnya sepedamotor yang terparkir di pinggiran ruas jalan tepat di depan kantor cabang BPJS hingga berakibat padatnya arus lalintas yang terjadi dikarenakan tumpukan kendaraan masyarakat yang parkir.
No comments:
Post a Comment