![]() | |
| Petugas sedang membersihkan kandang buaya |
Penangkaran buaya asam kumbang
yang sudah dimulai sejak tahun 1959 mengharapkan perhatian dari
Pemerintah Kota Medan. Penangkaran buaya yang berada di Kelurahan Asam
Kumbang, Kecamatan Medan Selayang kondisinya sangat memprihatinkan,
serta tingkat keamanan yang menim membuat tempat wisata ini sangat
berbahaya bagi pengunjung, terutama anak kecil.
Lebih dari 2700 buaya yang ada di penangkaran ini dengan kondisi kekurangan makanan karena minimnya pengunjung membuat pengelola penangkaran ini tidak mampu memberi makan ribuan buaya yang ada setiap harinya. Mengingat Perkembangbiakan buaya dipenangkaran ini sangat tinggi, dan usia hidup yang lama membuat buaya dipenangkaran ini semakin hari semakin bertambah.
“Kalau perhatian dari Pemko Medan sangat kurang, paling mereka datang kalau ada tamu Pemko yang berkunjung, itu juga tidak sering. Kalau bantuan dari Dinas pariwisata hanya berupa pagar, untuk kolam-kolam buaya,” ujar Lim Hooi Choo (60) istri dari Lo Than Muk yang mendirikan penangkaran buaya di Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang ini.
Ketika ditanya soal pemanfaatan kulit buaya untuk kerajinan tangan, Lim Hooi Choo enggan memberi komentar. "Kalau pengambilan kulit buayanya kan dilarang sama Pemerintah Kota," ucapnya singkat.
Zulfakhri Ahmadi S.Sos, selaku Camat Medan Selayang mengatakan, “Taman Buaya Asam Kumbang itu kan milik swasta, dan untuk pengembangannya adalah tanggung jawab dari Dinas Pariwisata Kota Medan dan sudah menjadi agenda Medan Visit Year,” ujarnya.
"Kita akan berupaya terus berbenah di Kecamatan Medan Selayang ini, termasuk juga mendukung Penangkaran Buaya Asam Kumbang sebagai tujuan wisata yang aman, nyaman, dan bersih. Kalau soal Pemanfaatan kulit buayanya kita akan mengingatkan pengelola untuk tidak melakukannya. tambahnya. (mrcribe)
Lebih dari 2700 buaya yang ada di penangkaran ini dengan kondisi kekurangan makanan karena minimnya pengunjung membuat pengelola penangkaran ini tidak mampu memberi makan ribuan buaya yang ada setiap harinya. Mengingat Perkembangbiakan buaya dipenangkaran ini sangat tinggi, dan usia hidup yang lama membuat buaya dipenangkaran ini semakin hari semakin bertambah.
“Kalau perhatian dari Pemko Medan sangat kurang, paling mereka datang kalau ada tamu Pemko yang berkunjung, itu juga tidak sering. Kalau bantuan dari Dinas pariwisata hanya berupa pagar, untuk kolam-kolam buaya,” ujar Lim Hooi Choo (60) istri dari Lo Than Muk yang mendirikan penangkaran buaya di Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang ini.
Ketika ditanya soal pemanfaatan kulit buaya untuk kerajinan tangan, Lim Hooi Choo enggan memberi komentar. "Kalau pengambilan kulit buayanya kan dilarang sama Pemerintah Kota," ucapnya singkat.
Zulfakhri Ahmadi S.Sos, selaku Camat Medan Selayang mengatakan, “Taman Buaya Asam Kumbang itu kan milik swasta, dan untuk pengembangannya adalah tanggung jawab dari Dinas Pariwisata Kota Medan dan sudah menjadi agenda Medan Visit Year,” ujarnya.
"Kita akan berupaya terus berbenah di Kecamatan Medan Selayang ini, termasuk juga mendukung Penangkaran Buaya Asam Kumbang sebagai tujuan wisata yang aman, nyaman, dan bersih. Kalau soal Pemanfaatan kulit buayanya kita akan mengingatkan pengelola untuk tidak melakukannya. tambahnya. (mrcribe)
.jpg)
No comments:
Post a Comment