Medan Bisnis - Medan
Memanfaatkan jasa agen untuk menigkatkan penjualan dan pemasaran merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan lebih, sekaligus dapat membantu orang lain utnk mendapatkan penghasilan lebih. Hai inilah yang disampaikan Hj Musriah (50) pengusaha kerajinan rotan yang sudah 40 tahun menekuni usahanya.
"Untuk pemasaran, selain menjual kepada konsumen, saya juga menjual prouk sama agen untuk dijual kembali. Karena selain bisa meningkatkan penjualan, hitung-hitung membantu orang lain yang mau bekerja dan menjual kerajinan rotan milik saya," ucap wanita paruh baya ini kepada Medan Bisnis saat ditemui di toko miliknya di Jalan Gatot Subroto Medan.
Musirah yang mempekerjakan 9 pegawai untuk membuat kerajinan rotan mengaku membuat sendiri semua kerajinan yang ada di tokonya, mulai dari keranjang kecil seharga Rp 10.000 hingga kursi mewah yang mencapai Rp. 20 Juta.
"Kalau masalah harga, bisa mencapai Rp.20 juta, tergantung motif dan tingkat kesulitannya, karena semakin sulit, harganya semakin mahal," ucap wanita yang melanjutkan usaha keluarga sejak ayahnya meninggal 22 tahun silam.
Andi yang juga adik kandung Mursiah juga ikut membantu usaha kerajinan rotan ini dengan bekerja sebagai kepala tukang di bengkel kerajinan di rumahnya.
"Saya ikut membantu usaha ini, untuk membuat semua kerajinan seperti keranjang, kursi, dan kerajinan lainnya. sekaligus meneruskan usaha orang tua sejak dulu," ucap Andi saat ditemui di bengkelnya.
Untuk mendapatkan rotang, Andi dan Mursiah mengaku tidak menemui kesulitan. Karena suplai rotan tetap tersedia, terutama dari wilayah Padang, Sumatera Barat. (mrcribe)
Memanfaatkan jasa agen untuk menigkatkan penjualan dan pemasaran merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan lebih, sekaligus dapat membantu orang lain utnk mendapatkan penghasilan lebih. Hai inilah yang disampaikan Hj Musriah (50) pengusaha kerajinan rotan yang sudah 40 tahun menekuni usahanya.
"Untuk pemasaran, selain menjual kepada konsumen, saya juga menjual prouk sama agen untuk dijual kembali. Karena selain bisa meningkatkan penjualan, hitung-hitung membantu orang lain yang mau bekerja dan menjual kerajinan rotan milik saya," ucap wanita paruh baya ini kepada Medan Bisnis saat ditemui di toko miliknya di Jalan Gatot Subroto Medan.
Musirah yang mempekerjakan 9 pegawai untuk membuat kerajinan rotan mengaku membuat sendiri semua kerajinan yang ada di tokonya, mulai dari keranjang kecil seharga Rp 10.000 hingga kursi mewah yang mencapai Rp. 20 Juta.
"Kalau masalah harga, bisa mencapai Rp.20 juta, tergantung motif dan tingkat kesulitannya, karena semakin sulit, harganya semakin mahal," ucap wanita yang melanjutkan usaha keluarga sejak ayahnya meninggal 22 tahun silam.
Andi yang juga adik kandung Mursiah juga ikut membantu usaha kerajinan rotan ini dengan bekerja sebagai kepala tukang di bengkel kerajinan di rumahnya.
"Saya ikut membantu usaha ini, untuk membuat semua kerajinan seperti keranjang, kursi, dan kerajinan lainnya. sekaligus meneruskan usaha orang tua sejak dulu," ucap Andi saat ditemui di bengkelnya.
Untuk mendapatkan rotang, Andi dan Mursiah mengaku tidak menemui kesulitan. Karena suplai rotan tetap tersedia, terutama dari wilayah Padang, Sumatera Barat. (mrcribe)
No comments:
Post a Comment