6/09/2013

Soekarno Di tempah di Dunia Pendidikan

Soekarno (sumber Flickr.com)
Siapa yang tidak kenal dengan Soekarno yang merupakan proklamator kemerdekaan Republik Indonesia dan sekaligus menjadi Presiden Republik Indonesia yang pertama dan yang terbaik menurt saya. Karena melihat betapa diseganinya beliau semasa hidupnya, dan bukan hanya di dalam negeri, bahkan dunia takut kepadanya. Pidato-pidatonya yang membakar semangat rakyat Indonesia untuk merdeka belum ada tandingannya. "Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia." itulah salah satu dari sekian banyak pidatonya yang membangkitkan semangat perjuanga bangsa Indonesia meraih kemerdekaan.


Lahir dengan nama Koesno Sosrodiharjo pada 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur yang pada saat itu masih Hindia Belanda, dari rahim Ida Ayu Nyoman Rai dan ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo. Soekarno menghabiskan masa kecilnya bersama kakeknya di Tulung Agung, Jawa Timur.

Soekarno memulai pendidikan di Tulung Agung, Lalu pindah ke Mojokerto. Juni 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS), ini dilakukan agar memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS). Soekarno akhirnya diterima di HBS berkat bantuan teman bapaknya bernama H.O.S Tjokroaminoto yang juga memberikan Soekarno tempat tinggal di pondokan di kediamannya.

di Surabaya, Soekarno banyak bertemu para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto pada saat itu, dan kemudia Soekarno aktif dalam organisasi pemuda bernama Jong Java.

Pada 25 Mei 1926 Soekarno dinyatakan lulus sebagai Insinyur dari Technischee Hoogeshool Te Bandoeng yang saat ini bernama Institut Teknologi Bandung (ITB). Ketika dibandung Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang juga sahabat Tjokroaminoto.

Berawal dari dunia pendidikan dan lingkungan sekelilingnya serta diskusi-diskusi yang dilakukannya bersama teman-teman seangkatannya dan para pemimpin-pemimpin besar, dan melihat kenyataan di bumi pertiwi yang dikuasai penjajah akhirnya membentuk pola pikir Soekarno untuk berjuang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan. (Astalavistainfo)

*Sumber : Wikipedia
*Foto : Flickr.com

No comments: