![]() |
| Suriah : Ilustrasi (flickr.com) |
Untuk pertama kalinya Gedung Putih nyatakan akan beri bantuan militer kepada pihak oposisi Suriah.
Presiden Amerika Barack Obama melalui juru bicaranya Rhodes menyatakan langsung hal ini setelah menyimpulkan jika pasukan militer Suriah pimpinan Presiden Bashar Al Ashad menggunakan senjata kimia untuk melawan milter dari pihak oposisi.
Namun, juru bicara kepresidenan As itu tidak menyebutkan secara rinci bentuk bantuan yang akan diberikan AS kepada pihak oposisi Suriah. "Bantuan itu akan berbeda skala dan cakupan seperti bantuan kami sebelumnya," ucap Rhodes.
Gedung Putih mengumumkan soal senjata kimia itu pada hari yang sama saat PBB menyebutkan sudah lebih dari 93.000 orang meninggal dunia dalam perang saudara di Suriah.
Mengingat konflik di Suriah yang berkepanjangan, sebaiknya AS dan negara-negara lain yang ikut melibatkan diri dalam perang saudara di Suriah mampu menahan diri demi terciptanya sebuah perdamaian yang akan membuat Suriah lebih baik, dan bisa membangun kembali negara itu.
Dengan pernyataan AS untuk membantu pihak oposisi Suriah ini menjelaskan bahwa Presiden Barack Obama akhirnya bisa dibujuk, setelah Inggris dan Prancis menyatakan agar kondisi dilapangan tidak boleh dibiarkan menguntungkan militer pimpinan Bashar Al Ashad.
Hal ini membuktikan jika konflik di Suriah tidak akan berhenti sebelum Bashar Al Ashad yang terus mempertahankan bisa ditaklukkan oleh kelompok oposisi. (Astalavistainfo)
*Sumber : BBC Indonesia
*FOTO : flickr.com

No comments:
Post a Comment